"SI ABU YANG MANJA"
Waktu pertama kali aku nemuin si Abu, dia cuma anak kucing kecil yang kotor dan gemetaran di depan rumah. Aku awalnya nggak niat pelihara — cuma mau kasih makan sebentar. Tapi besoknya, dia datang lagi… lalu besoknya lagi. Sampai akhirnya, ya sudah, aku nyerah. Si Abu resmi jadi penghuni baru rumahku.
Hari-hariku jadi lebih rame. Si Abu suka tidur di pangkuanku pas aku belajar, suka ngagetin aku dari balik pintu, dan kadang ngambek kalau aku pulang telat. Lucunya, dia punya kebiasaan aneh: setiap pagi, dia bakal duduk di depan kamar sampai aku bangun, kayak alarm hidup yang nggak bisa dimatiin.
Sekarang, rumah rasanya sepi banget kalau Si Abu lagi tidur siang. Kadang aku mikir, siapa sebenarnya yang butuh siapa — aku yang ngerawat Si Abu, atau Si Abu yang bikin hari-hariku makin hangat.
Penulis:Nur_padilaa
Komentar
Posting Komentar